Tips dan Estimasi Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia Terbaru

September 10, 2026 · 7 menit baca · 6 kali dilihat

liburan ke Maroko dari Indonesia | Turtlebin

Pernahkah kamu membayangkan terbangun di sebuah Riad tradisional dengan gemericik air mancur, disuguhi teh mint hangat, lalu melangkah keluar menyusuri labirin gang beraroma rempah di Marrakech? Perencanaan liburan ke Maroko dari Indonesia sering kali dianggap rumit dan mahal oleh banyak traveler tanah air. Padahal, negara di Afrika Utara ini menawarkan perpaduan budaya Arab, Berber, dan Eropa yang begitu magis dengan harga yang relatif terjangkau. (See also: Rekomendasi Destinasi Wisata Mesir: Piramida Hingga Sungai Nil)

Sebagai seseorang yang menyukai eksplorasi alam dan kebudayaan lokal, Maroko selalu punya tempat spesial di hati saya. Dari riuhnya Medina hingga kesunyian Gurun Sahara, negeri eksotis ini memberikan pengalaman berlibur yang tidak akan pernah kamu lupakan. Agar perjalanan impianmu berjalan lancar tanpa membuat kantong bolong, yuk simak panduan panduan praktis serta rincian anggaran yang sudah saya susun berikut ini!

Persiapan Penting dan Tips Liburan ke Maroko dari Indonesia

liburan ke Maroko dari Indonesia
Foto via Pexels

Sebelum kita membahas angka-angka finansial, ada beberapa hal teknis yang wajib kamu ketahui terlebih dahulu. Salah satu kabar paling membahagiakan bagi pemegang paspor Indonesia adalah fasilitas bebas visa. Ya, WNI mendapatkan fasilitas bebas visa masuk ke Maroko selama 90 hari, sehingga kamu tidak perlu pusing mengurus visa Maroko untuk WNI di kedutaan sebelum berangkat. (See also: Rekomendasi Destinasi Wisata Mesir: Piramida Hingga Sungai Nil yang Menakjubkan)

Kendati bebas visa, pastikan masa berlaku paspormu minimal tersisa 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Selain masalah dokumen, pemilihan musim juga sangat menentukan kenyamanan liburanmu. Waktu terbaik ke Maroko adalah saat musim semi (Maret hingga Mei) atau musim gugur (September hingga November). Pada rentang bulan tersebut, cuaca tidak terlalu panas menyengat seperti saat puncak musim panas di Gurun Sahara, dan juga tidak terlalu dingin di area pegunungan Atlas.

Catatan Penting: Meskipun Maroko tergolong negara muslim yang ramah wisatawan, berpakaianlah yang sopan dan menghormati adat lokal, terutama saat menjelajahi area pemukiman padat atau tempat bersejarah di kawasan Medina.

Rincian Estimasi Biaya ke Maroko untuk 10 Hari

Menghitung anggaran adalah kunci utama agar kamu bisa menikmati perjalanan tanpa stres. Secara umum, total biaya ke Maroko untuk liburan mandiri selama 10 hari berkisar antara Rp 22.000.000 hingga Rp 30.000.000 per orang, tergantung pada gaya perjalanan yang kamu pilih. Berikut adalah rincian komponen pengeluaran utama yang perlu kamu siapkan dalam simulasi anggaran liburan ke Maroko dari Indonesia:

1. Tiket Pesawat Pulang-Pergi (PP)

Pengeluaran terbesar biasanya dialokasikan untuk transportasi udara dari Jakarta (CGK) menuju Casablanca (CMN) atau Marrakech (RAK). Belum ada penerbangan langsung, sehingga kamu harus transit di negara kawasan Timur Tengah seperti Qatar atau Emirates, maupun maskapai Eropa. Maskapai seperti Qatar Airways, Emirates, atau Saudia sering kali menawarkan promo menarik jika kamu memesan tiket 4 hingga 6 bulan sebelum keberangkatan.

  • Estimasi Biaya Tiket PP: Rp 13.000.000 – Rp 18.000.000 (kelas ekonomi).

2. Akomodasi (Penginapan & Riad)

Jangan menginap di hotel berbintang modern jika kamu ingin merasakan sensasi lokal yang otentik. Pilihlah Riad, yaitu rumah atau istana tradisional Maroko yang memiliki halaman terbuka di bagian dalamnya. Riad menawarkan suasana yang sangat estetis, cocok untuk fotografi, dan harganya bervariasi mulai dari kelas backpacker hingga opsi mewah.

  • Riad/Hostel Bujet: Rp 250.000 – Rp 450.000 per malam.
  • Riad Menengah (Sangat Direkomendasikan): Rp 700.000 – Rp 1.200.000 per malam per kamar.
  • Total Biaya Akomodasi 9 Malam (Berdua): Sekitar Rp 3.500.000 – Rp 5.000.000 per orang.

3. Transportasi Lokal

Transportasi publik di Maroko cukup maju dan efisien untuk digunakan para wisatawan. Kamu bisa memanfaatkan kereta cepat Al Boraq untuk rute Tanger menuju Casablanca, atau kereta reguler (ONCF) untuk menghubungkan kota-kota besar seperti Fez dan Marrakech. Untuk mobilitas antarkota di area pegunungan, bus CTM atau Supratours adalah pilihan paling aman dan nyaman.

  • Estimasi Biaya Transportasi Lokal: Rp 1.500.000 – Rp 2.500.000 per orang.

4. Makanan dan Minuman

Wisata kuliner di Maroko sangat memanjakan lidah Indonesia karena kaya akan rempah-rempahlezat. Jangan lewatkan untuk mencicipi Tagine (olahan daging dan sayur yang dimasak dalam wadah tanah liat), Couscous, serta menyegarkan diri dengan jus jeruk segar seharga 10 Dirham di alun-alun Jemaa el-Fnaa.

  • Makan di Warung/Resto Lokal: Rp 40.000 – Rp 80.000 sekali makan.
  • Makan di Restoran Menengah: Rp 120.000 – Rp 250.000 sekali makan.
  • Total Alokasi Kuliner 10 Hari: Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 per orang.

Rekomendasi Itinerary Maroko untuk Pertama Kali

Menyusun itinerary Maroko yang efektif akan membantumu menghemat ongkos dan waktu tempuh. Agar perjalananmu seimbang antara wisata sejarah, budaya, dan keindahan alam, berikut adalah rekomendasi alur perjalanan 10 hari yang ideal untuk dicoba:

Hari 1-2: Casablanca dan Rabat

Mendarat di Casablanca, kamu bisa langsung mengunjungi Masjid Hassan II yang megah berdiri tepat di tepi Samudra Atlantik. Setelah itu, lanjutkan perjalanan singkat menggunakan kereta ke Rabat, ibu kota Maroko yang tenang, untuk mengunjungi Kasbah of the Udayas yang memesona.

Hari 3-4: Chefchaouen (Kota Biru)

Perjalanan berlanjut ke utara menuju Chefchaouen. Kota ini sangat fenomenal karena hampir seluruh bangunan dinding gangnya dicat dengan warna biru yang menenangkan. Ini adalah tempat terbaik untuk berjalan santai, berburu foto estetis, serta membeli kerajinan tangan tekstil khas suku Berber.

Hari 5-6: Fez (Kota Bersejarah)

Fez adalah pusat kebudayaan dan spiritual Maroko. Di sini kamu bisa menjelajahi Fes el-Bali, salah satu kawasan bebas kendaraan bermotor terbesar di dunia. Jangan lupa mampir ke Chouara Tannery untuk melihat proses tradisional penyamakan kulit hewan yang sudah berlangsung sejak abad ke-11.

Hari 7-8: Tur Gurun Sahara (Merzouga)

Pengalaman tak terlupakan dari liburan ke Maroko dari Indonesia adalah bermalam di Gurun Sahara. Kamu bisa mengambil paket tur 2 hari 1 malam dari Fez menuju Merzouga. Di sana, kita akan menunggang unta melintasi bukit pasir Erg Chebbi, menyaksikan matahari terbenam, dan menginap di kamp kemah glamor di bawah taburan ribuan bintang.

Hari 9-10: Marrakech dan Kembali ke Tanah Air

Akhiri petualanganmu di Marrakech. Jelajahi Jardin Majorelle yang indah, belanja oleh-oleh di Souk, dan nikmati pertunjukan musik serta atraksi jalanan yang meriah di alun-alun Jemaa el-Fnaa sebelum meluncur kembali ke bandara untuk pulang ke Indonesia.

Tips Cerdas: Saat berbelanja di Souk (pasar tradisional), tawar-menawar adalah hal yang lumrah. Cobalah menawar hingga 40-50% dari harga awal yang ditawarkan penjual dengan tetap tersenyum dan bersikap ramah.

Siap Memulai Petualangan Magis ke Maroko?

Melakukan perjalanan jauh menuju Afrika Utara kini bukan lagi sekadar impian belaka. Dengan perencanaan yang matang, memanfaatkan promo tiket, serta memahami medan dan budaya setempat, kamu bisa menikmati eksotisme negeri seribu benteng ini secara aman dan efisien.

Apakah kamu sudah siap mengemas ranselmu untuk mengeksplorasi Medina dan merasakan kehangatan pasir Sahara secara langsung? Mulailah memantau tiket pesawat promo dari sekarang dan wujudkan impian liburan ke Maroko dari Indonesia bersamaku dan Turtlebin Trips!

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah WNI membutuhkan visa untuk liburan ke Maroko?

Tidak, pemegang paspor Indonesia mendapat fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Maroko selama 90 hari. Kamu hanya perlu memastikan masa berlaku paspor minimal 6 bulan saat kedatangan.

Berapa total estimasi biaya liburan ke Maroko dari Indonesia?

Total biaya liburan mandiri selama 10 hari berkisar antara Rp 22.000.000 hingga Rp 30.000.000 per orang. Anggaran ini sudah mencakup tiket pesawat PP, akomodasi Riad, transportasi antarkota, makan, serta tur Gurun Sahara.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Maroko?

Waktu terbaik berkunjung adalah saat musim semi (Maret-Mei) atau musim gugur (September-November). Pada periode ini, suhu udara sangat nyaman untuk jalan-jalan dan tidak terlalu panas ekstrem di area gurun.

Apakah Maroko aman untuk traveler wanita atau solo traveler?

Secara umum Maroko aman untuk wisatawan. Namun, sebagai solo traveler atau traveler wanita, disarankan mengenakan pakaian sopan, menghindari gang sepi di Medina saat malam hari, dan bersikap tegas jika dihampiri calo jalanan.

Ditulis oleh

admin

Kunjungi Website