Tips dan Estimasi Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia Terbaru

Agustus 26, 2026 · 6 menit baca · 9 kali dilihat

biaya liburan ke Maroko dari Indonesia | Turtlebin

Pernahkah kamu membayangkan terbangun di sebuah riad tradisional dengan aroma teh mint yang khas, lalu melangkah keluar menyusuri lorong-lorong sempit berwarna biru di Chefchaouen? Maroko adalah negeri dongeng di Afrika Utara yang menawarkan perpaduan budaya Arab, Berber, dan Eropa yang begitu memikat. Bagi kamu yang berencana terbang dari Jakarta ke Casablanca, memahami biaya liburan ke Maroko dari Indonesia secara rinci adalah langkah awal paling krusial agar tabunganmu tidak jebol di tengah jalan.

Selama bertahun-tahun menjelajahi lebih dari 30 negara sebagai seorang pemandu jalan mandiri, Maroko selalu punya tempat spesial dalam ingatan saya. Eksotisme gurun Sahara dan hiruk-pikuk pasar tradisionalnya memang tidak ada tandingannya. Namun, perjalanan lintas benua ini membutuhkan perencanaan finansial yang matang agar kamu tetap bisa menikmati liburan tanpa rasa cemas.

Rincian Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia untuk Backpacker

biaya liburan ke Maroko dari Indonesia
Foto via Pexels

Menghitung anggaran perjalanan ke Afrika Utara sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan jika kamu tahu celahnya. Komponen terbesar dari pengeluaran tentu saja ada pada transportasi udara, diikuti oleh akomodasi, konsumsi, dan tiket masuk atraksi wisata. Berikut adalah rincian realistis yang perlu kamu siapkan untuk trip berdurasi 10 hari:

1. Tiket Pesawat Internasional

Biaya transportasi udara merupakan porsi terbesar dalam anggaranmu. Tiket pesawat ke Maroko pulang-pergi (PP) dari Jakarta (CGK) menuju Casablanca (CMN) biasanya berkisar antara Rp 13.000.000 hingga Rp 18.000.000, tergantung maskapai dan musim penerbangan. Maskapai seperti Qatar Airways, Emirates, atau Saudia sering kali menawarkan promo menarik jika kamu memesan tiket sejak 4-6 bulan sebelum keberangkatan.

2. Akomodasi dan Penginapan

Maroko memiliki pilihan akomodasi yang sangat beragam, mulai dari asrama hostel hingga penginapan tradisional kelas atas. Jika kamu menerapkan gaya backpacker ke Maroko, kamu bisa memilih tempat menginap dengan estimasi berikut: (See also: Panduan Safari Terbaik di Afrika untuk Wisatawan Indonesia)

  • Hostel DORM: Rp 150.000 – Rp 250.000 per malam.
  • Riad Tradisional (Private Room): Rp 450.000 – Rp 800.000 per malam (bisa dibagi berdua).
  • Total Akomodasi 9 Malam: Sekitar Rp 2.500.000 – Rp 4.000.000 per orang.

3. Transportasi Lokal

Sistem transportasi publik di Maroko sudah sangat teratur dan modern. Kamu bisa memanfaatkan kereta cepat ONCF untuk berpindah antar kota besar seperti Casablanca, Rabat, Fes, dan Marrakech. Sediakan anggaran sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000 untuk tiket kereta, bus CTM, serta taksi lokal selama di sana.

4. Makanan dan Konsumsi Harian

Kuliner lokal di Maroko sangat terjangkau dan lezat. Satu porsi Tagine atau Couscous di restoran lokal dihargai sekitar MAD 30–50 (sekitar Rp 45.000–Rp 75.000). Jika kamu menganggarkan Rp 200.000 per hari untuk makan tiga kali plus camilan, maka untuk 10 hari kamu cukup menyiapkan Rp 2.000.000.

5. Tur Gurun Sahara dan Atraksi Visata

Liburan ke Maroko belum lengkap tanpa melintasi padang pasir. Tur Gurun Sahara selama 3 hari 2 malam dari Marrakech menuju Merzouga biasanya dipatok harga sekitar EUR 120–150 (Rp 2.000.000–Rp 2.500.000), sudah termasuk transportasi, penginapan kemah, makan malam, dan naik unta. Ditambah tiket masuk museum, total biaya aktivitas adalah sekitar Rp 3.000.000. (See also: Panduan Safari Terbaik di Afrika untuk Wisatawan Indonesia)

Catatan Penting: Pemegang paspor Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa (Visa-Free) masuk ke Maroko selama 90 hari. Ini tentu menghemat anggaran perjalanan kamu secara signifikan!

Tips Menghemat Anggaran Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia

Agar rencana perjalanan milikmu berjalan lancar tanpa membuat dompet kering, ada beberapa trik efisiensi yang sering saya terapkan saat berada di lapangan. Mewujudkan mimpi menjelajahi wisata Maroko murah bukanlah hal yang mustahil jika kamu menerapkan tips praktis berikut ini.

  • Gunakan Bus CTM atau Supratours: Untuk rute ke kota-kota pegunungan seperti Chefchaouen yang tidak dilalui jalur kereta api, selalu pilih bus resmi CTM. Harganya terjangkau, aman, dan memiliki jadwal yang sangat tepat waktu.
  • Selalu Tawar-Menawar di Souk: Saat berbelanja oleh-oleh di pasar tradisional (souk) Fes atau Marrakech, cobalah menawar hingga 50% dari harga awal yang ditawarkan pedagang. Lakukan proses tawar-menawar dengan ramah dan penuh senyuman.
  • Manfaatkan Air Isi Ulang: Air keran di Maroko kurang disarankan untuk diminum langsung. Belilah botol air mineral ukuran besar (5 liter) di supermarket lokal untuk mengisi ulang botol minummu, daripada terus-menerus membeli botol kecil di area wisata.
  • Beli Kartu SIM Lokal di Bandara: Operator seperti Maroc Telecom atau Orange sering membagikan kartu SIM gratis di area kedatangan bandara. Kamu hanya perlu membayar paket data internet sekitar MAD 100 (Rp 150.000) untuk 10GB.

Rekomendasi Itinerary 10 Hari Menjelajahi Maroko

Untuk memaksimalkan anggaran biaya liburan ke Maroko dari Indonesia yang sudah kamu keluarkan, susunan rute perjalanan yang efisien sangatlah krusial. Berikut adalah rekomendasi alur perjalanan terbaik untuk kunjungan pertamamu:

  • Hari 1-2 (Casablanca & Rabat): Mendarat di Casablanca, mengunjungi Masjid Hassan II yang megah di tepi Samudra Atlantik, lalu naik kereta menuju ibu kota Rabat.
  • Hari 3-4 (Chefchaouen): Berpetualang dan berfoto di lorong-lorong ikonik ‘Kota Biru’ yang berada di kaki Pegunungan Rif.
  • Hari 5-6 (Fes): Menyusuri labyrinth labirin kuno di Medina Fes dan melihat langsung proses pewarnaan kulit tradisional di Chouara Tannery.
  • Hari 7-8 (Tur Gurun Sahara Merzouga): Perjalanan darat spektakuler melintasi Pegunungan Atlas menuju hamparan pasir emas Sahara.
  • Hari 9-10 (Marrakech): Menikmati pertunjukan malam yang hidup di Alun-alun Jemaa el-Fnaa sebelum kembali ke Casablanca untuk penerbangan pulang.

Secara keseluruhan, total estimasi modal bersih yang perlu kamu persiapkan untuk perjalanan 10 hari ini adalah sekitar Rp 22.500.000 hingga Rp 28.000.000 per orang, sudah mencakup tiket pesawat PP, akomodasi, transportasi lokal, makan, tur Sahara, dan dana darurat. Anggaran ini tentu bisa ditekan lebih rendah jika kamu pergi berdua atau dalam kelompok kecil untuk berbagi biaya kamar dan taksi.

Maroko bukan sekadar destinasi liburan biasa, melainkan sebuah petualangan budaya yang akan membuka matamu tentang keindahan Afrika Utara. Jadi, tunggu apa lagi? Buka aplikasi pencari tiketmu sekarang, atur tabungan harianmu, dan bersiaplah merasakan keajaiban negeri magribi ini secara langsung!

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah WNI membutuhkan visa untuk masuk ke Maroko?

Tidak. Pemegang paspor Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa (Visa-Free) untuk berkunjung ke Maroko selama maksimal 90 hari.

Berapa total biaya liburan ke Maroko dari Indonesia untuk 10 hari?

Estimasi total biaya gaya backpacker/mid-range berkisar antara Rp 22,5 juta hingga Rp 28 juta per orang, sudah termasuk tiket pesawat PP, akomodasi, makan, dan tur Gurun Sahara.

Kapan waktu terbaik untuk liburan ke Maroko?

Waktu terbaik berkunjung adalah pada musim semi (Maret–Mei) atau musim gugur (September–November) saat cuaca hangat bersahabat dan tidak terlalu panas.

Apakah Maroko aman untuk traveler Indonesia?

Maroko secara umum sangat aman bagi wisatawan. Namun, kamu tetap harus waspada terhadap penipuan kecil di area pasar tradisional dan pedagang yang terlalu agresif.

Ditulis oleh

admin

Kunjungi Website