Wisata Susur Sungai di Kalimantan Tengah Melihat Orangutan Liar

September 5, 2026 · 5 menit baca · 20 kali dilihat

wisata susur sungai di Kalimantan Tengah melihat orangutan liar | Turtlebin

Sensasi Menembus Belantara Bersama Orangutan Liar

wisata susur sungai di Kalimantan Tengah melihat orangutan liar
Foto via Pexels

Wisata Susur Sungai Di Kalimantan Tengah Melihat Orangutan Liar menjadi salah satu topik liburan yang paling banyak dicari saat ini. Bayangkan kamu terbangun oleh suara gemericik air sungai Sekonyer dan riuhnya nyanyian burung liar di balik kabut tipis pagi hari. Dari atas geladak kayu, mata kamu menangkap goyangan dahan pohon di kejauhan, lalu sesosok makhluk berbulu oranye tampak bergelayutan dengan santai. Pengalaman magis ini hanya bisa kamu dapatkan saat melakoni wisata susur sungai di Kalimantan Tengah melihat orangutan liar secara langsung di habitat aslinya.

Sebagai seorang travel writer yang sudah mengelilingi berbagai sudut Asia, saya berani bilang bahwa ekspedisi ini adalah salah satu petualangan alam terbaik di dunia. Kita tidak sekadar berkunjung ke kebun binatang, melainkan masuk ke dalam ‘rumah’ mereka menggunakan perahu kayu tradisional yang disebut klotok. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap kamu untuk merencanakan petualangan tak terlupakan di jantung Pulau Borneo.

Rute dan Daya Tarik Wisata Susur Sungai di Kalimantan Tengah Melihat Orangutan Liar

Pintu masuk utama untuk memulai petualangan ini adalah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting yang membentang di Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari pelabuhan kecil di Kumai, kamu akan menyusuri Sungai Sekonyer yang airnya berwarna hitam keemasan akibat kandungan tanin alami tumbuhan gambut. Sepanjang perjalanan, fokus pandangan kita akan dimanjakan oleh vegetasi nipah yang lebat serta mamalia endemik Kalimantan lainnya seperti bekantan bernapas panjang.

1. Perhentian Pertama: Tanjung Harapan

Tanjung Harapan menjadi stasiun pemberian makanan (feeding station) pertama yang biasanya dikunjungi para petualang. Di sini, ranger taman nasional akan memanggil para orangutan pada pukul 15.00 WIB untuk memberikan tambahan makanan berupa pisang atau ubi. Momen melihat ibu orangutan menggendong anaknya yang masih kecil dari jarak beberapa meter saja akan membuat hatimu bergetar.

2. Pondok Ambung dan Pondok Tanggui

Pondok Tanggui terkenal dengan jadwal feeding pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB. Jalur trekking menuju platform di tempat ini sangat asri, membelah hutan sekunder yang rimbun. Jika beruntung, kamu bisa melihat proses rehabilitasi orangutan muda yang sedang belajar memanjat dan beradaptasi kembali dengan kehidupan liar.

3. Camp Leakey: Pusat Riset Legendaris

Inilah puncak dari ekspedisi wisata susur sungai di Kalimantan Tengah melihat orangutan liar. Didirikan oleh Dr. BirutÄ— Galdikas pada tahun 1971, Camp Leakey adalah pusat penelitian orangutan tertua dan paling tersohor di dunia. Di sini kamu bisa mempelajari sejarah konservasi, melihat papan informasi silsilah orangutan, hingga bertemu dengan dominan jantan seperti Tom atau Carlos yang berbadan amat besar.

Estimasi Biaya dan Cara Paling Nyaman Menuju Lokasi

Untuk memulai perjalanan, kamu harus memesan tiket pesawat menuju Bandara H.AS. Hanandjoeddin atau langsung ke Bandara Iskandar di Pangkalan Bun (PKN). Dari bandara Pangkalan Bun, perjalanan dilanjutkan dengan taksi lokal selama 20 menit menuju Pelabuhan Kumai. Di pelabuhan inilah kamu akan naik ke kapal kayu yang sudah disewa. (See also: Panduan Lengkap Menjelajahi Taman Nasional Tanjung Puting Bagi Traveler)

Sistem petualangan di sini umumnya berbasis liveaboard, yang artinya kamu akan makan, mandi, dan tidur di atas perahu. Opsi termurah untuk traveler mandiri adalah mengambil paket gabungan, di mana biaya open trip Tanjung Puting berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per orang untuk durasi 3 hari 2 malam. Harga tersebut biasanya sudah mencakup fasilitas lengkap:

  • Sewa kapal klotok (termasuk koki pribadi, kapten, dan pemandu lokal).
  • Tiket masuk Taman Nasional Tanjung Puting dan izin kamera.
  • Makanan penuh 3 kali sehari berserta camilan dan minuman hangat.
  • Kasur, kelambu mosquito, dan pelampung keselamatan.

Catatan Penting: Selalu pesan paket tur atau klotok minimal 2-3 bulan sebelum keberangkatan, terutama jika kamu berencana datang pada musim liburan (peak season) antara bulan Juli hingga Oktober.

Waktu Terbaik dan Tips Penting Saat Berada di Hutan

Musim kemarau antara bulan Juni hingga September adalah waktu paling ideal untuk melakukan petualangan ini. Pada bulan-bulan tersebut, debit air sungai stabil dan jalur trekking di dalam hutan tidak terlalu becek. Selain itu, peluang melihat orangutan berkumpul di platform feeding jauh lebih tinggi karena ketersediaan buah di dalam hutan sedang menipis. (See also: 7 Destinasi Wisata Alam Tersembunyi di Kalimantan Timur yang Ajaib)

Agar perjalanan kamu berjalan lancar dan ramah lingkungan, simak beberapa tips praktis berikut:

  • Gunakan Pakaian Sesuai: Pakai baju berbahan ringan, cepat kering, dan berwarna netral (hindari warna mencolok seperti merah atau kuning).
  • Bawa Sunscreen & Lotion Anti Nyamuk: Nyamuk hutan dan serangga cukup aktif, terutama saat sore hari menjelang matahari terbenam.
  • Patuhi Jarak Aman: Jaga jarak minimal 5 meter dari orangutan dan dilarang keras memberi makanan sendiri atau menyentuh mereka demi mencegah penularan penyakit.
  • Bawa Power Bank Ekstra: Listrik di kapal klotok biasanya hanya menyala pada malam hari menggunakan mesin genset.

Pengalaman menyusuri sungai sembari menyaksikan kehidupan liar Kalimantan adalah bentuk investasi kenangan yang luar biasa. Jadi, tunggu apa lagi? Segera masukkan destinasi impian ini ke dalam daftar perjalanan kamu berikutnya dan siapkan kamera untuk mengabadikan setiap momen cantiknya!

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya wisata susur sungai di Kalimantan Tengah?

Biaya bervariasi mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp4.000.000 per orang untuk paket open trip 3 hari 2 malam. Biaya ini sudah termasuk sewa kapal klotok, makan, tiket masuk, dan pemandu.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Tanjung Puting?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau antara bulan Juni hingga September. Pada masa ini, cuaca relatif cerah dan orangutan lebih sering turun ke area platform makanan.

Bagaimana cara menuju lokasi wisata orangutan ini?

Kamu bisa mengambil penerbangan menuju Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dari sana, lanjutkan perjalanan darat ke Pelabuhan Kumai untuk naik kapal klotok.

Apakah wisata susur sungai ini aman untuk anak-anak dan lansia?

Sangat aman. Kapal klotok dilengkapi dengan fasilitas keselamatan seperti pelampung, dan rute berjalan kaki di dalam hutan tergolong cukup landai bagi sebagian besar usia.

Ditulis oleh

admin

Kunjungi Website