7 Destinasi Wisata Alam di Amerika Selatan yang Jarang Diketahui

September 7, 2026 · 5 menit baca · 4 kali dilihat

wisata alam di Amerika Selatan yang jarang diketahui | Turtlebin

Pernahkah kamu membayangkan berdiri di tepi danau pirus yang diapit dinding batu raksasa tanpa ada kerumunan turis lain di sekitarmu? Jika selama ini benua Latin identik dengan Machu Picchu atau Patagonian Classic yang sesak, kini saatnya melirik sisi lain benua ini. Ada begitu banyak wisata alam di Amerika Selatan yang jarang diketahui namun menawarkan lanskap magis yang sanggup membuatmu lupa bernapas.

Sebagai seorang pejalan yang hobi mengemas kamera dan sepatu hiking, saya selalu tertantang menemukan tempat-tempat yang belum populer di brosur agen perjalanan. Amerika Selatan adalah benua yang sangat royal membagikan pesona tersembunyinya jika kamu mau menjelajah sedikit lebih jauh. Dari padang gurun pesisir yang dipenuhi danau musiman hingga ngarai raksasa di tengah benua, petualangan sejati justru dimulai saat kita berani keluar dari jalur arus utama.

Untuk kamu yang sedang merencanakan backpacking Amerika Selatan dan mencari pengalaman autentik yang sepi dari riuk wisatawan, saya telah merangkum beberapa tempat terbaik. Mari kita bedah satu per satu permata tersembunyi yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya!

Surga Tersembunyi: Destinasi Wisata Alam di Amerika Selatan yang Jarang Diketahui

wisata alam di Amerika Selatan yang jarang diketahui
Foto via Pexels

Saat kita bicara soal wisata tersembunyi Amerika Selatan, keanekaragaman hayati dan kontras lanskapnya benar-benar di luar akal sehat. Berikut adalah destinasi menakjubkan yang masih sangat alami dan minim jejak komersialisme:

1. Lençóis Maranhenses, Brasil

Bayangkan sebuah padang pasir putih membentang luas, namun di antara bukit-bukit pasirnya terdapat ribuan kubangan air tawar berwarna biru pirus dan hijau zamrud. Ini bukanlah ilusi optik atau fatamorgana. Terletak di timur laut Brasil, fenomena ajaib ini terjadi karena air hujan terperangkap oleh lapisan batuan kedap air di bawah pasir. Waktu terbaik berkunjung adalah antara bulan Juni hingga September saat volume air berada di puncaknya. Kamu bisa berenang santai di danau alami di tengah gurun yang sunyi.

2. Quebrada de Humahuaca & Serranía de Hornocal, Argentina

Jika kamu mengira Argentina hanya tentang kebun anggur Mendoza atau tarian Tango di Buenos Aires, kamu salah besar. Di bagian utara Argentina, terdapat lembahQuebrada de Humahuaca yang menyimpan ‘Pegunungan 14 Warna’ (Serranía de Hornocal). Formasi batuan kapur berkapur ini membentuk pola geometris dengan gradasi warna spektakuler yang terbentuk selama jutaan tahun. Berada di ketinggian lebih dari 4.300 meter di atas permukaan laut, pemandangan di sini dijamin membuat mata terperangah sekaligus menguji ketahanan fisikmu.

3. Huacachina & Canyon del de los Perdidos, Peru

Sebagian besar traveler mengenal Peru lewat situs kebudayaan Inca. Namun, di balik bukit pasir Ica, terdapat oasis alami bernama Huacachina yang dikelilingi pohon palem di tengah padang pasir. Tak jauh dari oasis ini, tersembunyi Canyon del de los Perdidos (Ngarai Para Jiwa yang Hilang). Ngarai sedalam 300 meter ini menyajikan celah-celah batu dramatis yang sangat mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat, namun dengan persentase pengunjung yang jauh lebih sedikit.

Catatan Penting: Mengingat beberapa tempat berada di lokasi terpencil dan berdataran tinggi, selalu luangkan waktu 1-2 hari untuk aklimatisasi suhu dan ketinggian tubuh sebelum mulai melakukan kegiatan aktivitas fisik berat seperti trekking.

Mengapa Memilih Wisata Alam di Amerika Selatan yang Jarang Diketahui?

Menjelajahi lokasi yang belum banyak terjamah memang membutuhkan effort ekstra, namun imbalan yang kamu dapatkan sangat sepadan. Mengunjungi lokasi permata tersembunyi memberi kamu kesempatan berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal, memahami kebudayaan asli tanpa sekat pariwisata masal, serta menikmati kemurnian alam tanpa gangguan kebisingan. (See also: Itinerary Liburan ke New York untuk Wisatawan Indonesia Pertama Kali)

Selain itu, mendatangi taman nasional di Amerika Selatan yang kurang populer juga membantu distribusi ekonomi pariwisata agar tidak menumpuk di satu titik saja. Kamu ikut berkontribusi langsung pada ekonomi komunitas lokal di daerah pinggiran yang sering kali menggantungkan hidup dari kedatangan pejalan mandiri seperti kita. (See also: Panduan Lengkap Mengurus Visa dan Persiapan Liburan ke Amerika Serikat)

Tips Persiapan dan Estimasi Biaya Perjalanan

Agar rencana petualanganmu berjalan mulus, ada beberapa tips liburan ke Amerika Selatan yang wajib kamu perhatikan sebelum memesan tiket pesawat:

  • Transportasi Lokal: Bus jarak jauh di negara seperti Argentina dan Peru sangat nyaman dan berfasilitas lengkap. Ini adalah cara terbaik dan terjangkau untuk berpindah antar daerah terpencil.
  • Rincian Biaya: Siapkan anggaran rata-rata USD 35–50 (sekitar Rp550.000 – Rp800.000) per hari untuk akomodasi kelas menengah, makan, dan transportasi darat lokal. Biaya masuk ke destinasi non-komersial biasanya relatif murah atau bahkan gratis.
  • Aplikasi Bahasa: Tidak semua warga di pelosok bisa berbahasa Inggris. Menguasai bahasa Spanyol dasar atau memiliki aplikasi penerjemah luring (offline) adalah penyelamat hidupmu.
  • Perlengkapan Utama: Pastikan membawa jaket angin (windbreaker), sepatu gunung yang sudah nyaman dipakai, tabir surya ber-SPF tinggi, serta tempat minum isi ulang untuk mengurangi sampah plastik.

Setiap perjalanan selalu menyisakan cerita uniknya sendiri. Menembus jalur-jalur tak biasa di benua Amerika Latin akan mendewasakan caramu memandang dunia. Jadi, pack ranselmu, siapkan kameramu, dan mulailah menyusun itinerary perjalanan impianmu dari sekarang!

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik berkunjung ke destinasi tersembunyi di Amerika Selatan?

Waktu terbaik secara umum adalah musim kering antara bulan Mei hingga Oktober. Namun, untuk lokasi seperti Lençóis Maranhenses di Brasil, bulan Juni–Agustus adalah waktu terbaik karena danau air tawar terisi penuh.

Apakah aman melakukan backpacking ke destinasi terpencil di Amerika Selatan?

Sangat aman selama kamu tetap waspada, tidak memamerkan barang berharga secara mencolok, serta menggunakan transportasi atau pemandu lokal resmi saat menjelajahi area alam liar.

Apakah harus menguasai bahasa Spanyol atau Portugis?

Menguasai bahasa Spanyol dasar sangat membantu karena banyak masyarakat lokal di kawasan non-turistik tidak bisa berbahasa Inggris. Untuk Brasil, bahasa Portugis dasar akan sangat berguna.

Berapa estimasi anggaran minimum untuk perjalanan ini?

Untuk gaya backpacking hemat, kamu bisa menganggarkan sekitar USD 30–40 per hari di Peru atau Bolivia, dan sekitar USD 50–70 per hari jika melintasi Argentina atau Brasil.

Ditulis oleh

admin

Kunjungi Website