7 Rekomendasi Destinasi Wisata di Taiwan yang Jarang Diketahui

September 16, 2026 · 6 min read · 3 views

destinasi wisata di Taiwan yang jarang diketahui | Turtlebin

Jujur saja, berapa banyak dari kita yang kalau liburan ke Formosa cuma muter-muter di Taipei 101, Pasar Malam Shilin, atau Sun Moon Lake? Padahal, rekomendasi destinasi wisata di Taiwan yang jarang diketahui justru menyimpan pesona tiada tara yang belum terjamah riuhnya turis rombongan. Sebagai orang yang sudah beberapa kali menyusuri pulau ini dengan ransel di punggung, saya selalu terpukau oleh sudut-sudut tersembunyi yang menawarkan ketenangan mutlak serta budaya lokal yang begitu pekat.

Taiwan bukan sekadar megahnya kota metropolitan atau keindahan lanskap populer yang berseliweran di Instagram. Jika kamu berani melangkah sedikit lebih jauh dari jalur arus utama, kamu akan menemukan pulau gunung berapi yang sunyi, desa suku asli di atas awan, hingga lembah hijau dengan sumber air panas alami tanpa biaya. Kali ini, saya akan membagikan panduan lapangan lengkap untuk membantu kamu merencanakan itinerary yang beda dari biasanya.

Surga Tersembunyi: Rekomendasi Destinasi Wisata di Taiwan yang Jarang Diketahui

destinasi wisata di Taiwan yang jarang diketahui
Foto via Pexels

Bagi para pencari ketenangan dan petualangan sejati, menjelajahi wisata tersembunyi Taiwan adalah pengalaman yang sangat berkesan. Jalur-jalur ini menawarkan pemandangan spektakuler yang tidak kalah menakjubkan dari tempat populer lainnya, namun dengan atmosfer yang jauh lebih intim dan autentik.

1. Kepulauan Matsu (Matsu Islands)

Terletak lebih dekat ke pesisir Tiongkok daratan daripada Pulau Utama Taiwan, Kepulauan Matsu adalah bekas basis militer yang kini berubah menjadi destinasi eksotis. Daya tarik utamanya adalah fenomena alam ‘Blue Tears’ (alga mikro bersinar biru di lautan) yang muncul antara bulan April hingga Agustus. Selain itu, arsitektur rumah batu kuno di Desa Qinbi membuat kamu merasa sedang terlempar ke kawasan pesisir Mediterania.

  • Cara Menuju Lokasi: Penerbangan domestik dari Bandara Songshan Taipei (TSA) menuju Nangan atau Beigan selama 50 menit.
  • Estimasi Biaya: Tiket pesawat PP sekitar NT$ 4.000 (Rp 2.000.000) dan penginapan guesthouse lokal NT$ 1.200 (Rp 600.000)/malam.
  • Waktu Terbaik: Mei sampai Juli untuk berburu fenomena Blue Tears.

2. Desa Smangus (Desa Suku Atayal)

Berada di kedalaman Pegunungan Hsinchu pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, Smangus dikenal sebagai ‘Desa Dewa’. Desa ini dikelola secara kolektif oleh Suku Atayal dan baru mendapatkan akses listrik pada tahun 1979. Di sini, kamu bisa berjalan menembus hutan rimba yang dipenuhi pohon cedar raksasa berusia ribuan tahun.

  • Akses Transportasi Taiwan: Butuh menyewa mobil atau bergabung dengan tur privat dari Stasiun HSR Hsinchu karena tidak ada bus umum. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam melintasi jalan berliku.
  • Tips Penting: Wajib mendaftar izin masuk kendaraan secara online jauh-jauh hari karena kuota harian sangat dibatasi demi menjaga kelestarian alam.

3. Green Island (Lüdao)

Jika kamu menyukai pemandangan laut dan aktivitas air, Green Island adalah surga tropis yang belum banyak tersentuh turis asing. Selain menjadi tempat terbaik untuk scuba diving dan snorkeling di Taiwan, pulau ini memiliki Zhaori Hot Spring—satu dari hanya tiga pemandian air panas air asin alami yang ada di seluruh dunia!

  • Cara Menuju Lokasi: Naik feri selama 50 menit dari Pelabuhan Fugang di Taitung.
  • Aktivitas Wajib: Menyewa motor listrik untuk berkeliling pulau dan berendam di pemandian air panas saat matahari terbit.

Alasan Kenapa Kamu Harus Menjelajahi Destinasi Wisata di Taiwan yang Jarang Diketahui

Mengapa kamu harus repot-repot keluar dari zona nyaman Taipei? Mengunjungi area non-turistis memberikan perspektif yang sangat berbeda mengenai keramahan warga lokal. Di daerah terpencil, orang-orang lokal akan dengan senang hati menyapa, memberikan petunjuk arah, atau bahkan menawarkan hidangan hangat tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Selain itu, melakukan perjalanan ke lokasi-lokasi ini sebenarnya bisa mendukung liburan hemat ke Taiwan. Biaya akomodasi, tiket masuk kawasan wisata, dan harga makanan di daerah luar kota besar umumnya jauh lebih terjangkau dibanding kawasan metropolitan. Kamu bisa menikmati sajian khas yang otentik langsung dari dapur warga setempat. (See also: 7 Destinasi Wisata di Taiwan yang Jarang Diketahui dan Seru)

Catatan Penting Bima: Saat mengunjungi desa-desa adat suku asli seperti Smangus atau Lanyu, selalu hormati aturan adat setempat. Jangan mengambil foto warga tanpa izin dan pastikan untuk membawa kembali semua sampahmu.

Tips Praktis dan Eksplorasi Kuliner di Area Off-the-Beaten-Path

Menjelajahi kawasan pedalaman membutuhkan persiapan ekstra ketimbang sekadar naik MRT di kota besar. Supaya perjalananmu berjalan lancar tanpa kendala, perhatikan beberapa poin krusial berikut:

Sistem Transportasi dan Navigasi

Meskipun berada di area terpencil, sistem jaringan transportasi publik di Taiwan terbilang cukup terintegrasi. Kamu bisa memanfaatkan bus antar-kota lokal atau menyewa kendaraan. Pastikan kamu sudah menyiapkan Simpanan Kartu EasyCard atau iPASS yang terisi saldo cukup, serta mengunduh aplikasi Google Maps dan penterjemah bahasa Mandarin secara offline.

Menikmati Kelezatan Kuliner Lokal

Eksplorasi tidak akan lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal Taiwan di daerah pinggiran. Cobalah hidangan nasi beras ketan dalam bambu (bamboo rice) khas suku asli Atayal, sup ikan segar khas pulau luar, atau roti tawar panggang beraroma taro segar di Taitung. Rasa masakan tradisional di kawasan pedesaan ini jauh lebih kaya bumbu dan otentik.

  • Rekomendasi Waktu Berkunjung: Musim gugur (Oktober – November) adalah waktu terbaik karena cuaca relatif sejuk, kering, dan tidak diterjang badai topan.
  • Bahasa: Gunakan aplikasi penerjemah suara karena warga di area pedesaan jarang yang fasih berbahasa Inggris.

Taiwan menyimpan kekayaan alam dan budaya yang jauh lebih luas daripada sekadar lanskap kota besarnya. Dengan mengandalkan rekomendasi destinasi wisata di Taiwan yang jarang diketahui ini, kamu tidak hanya mendapatkan foto-foto liburan yang unik dan estetik, tetapi juga pulang membawa cerita perjalanan yang kaya dan membekal di ingatan. Jadi, kumpulkan perbekalanmu, buka peta, dan mulailah petualangan barumu di Pulau Formosa sekarang juga! (See also: Itinerary Hong Kong 2 Hari: Panduan Lengkap Jelajah Cepat dan Hemat)

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik berkunjung ke destinasi wisata tersembunyi di Taiwan?

Waktu terbaik adalah saat musim gugur (Oktober hingga November) karena cuaca sangat sejuk, cerah, dan curah hujan rendah. Hindari musim badai topan pada bulan Juli hingga Agustus jika ingin berkunjung ke wilayah kepulauan.

Apakah mudah menjelajahi area terpencil Taiwan tanpa bisa bahasa Mandarin?

Meski warga lokal di area terpencil jarang berbahasa Inggris, perjalanan tetap mudah dilakukan. Kamu bisa mengandalkan aplikasi penterjemah di ponsel serta rambu petunjuk jalan yang umumnya tetap menyediakan aksara Latin.

Berapa perkiraan anggaran untuk liburan hemat ke tempat wisata tersembunyi ini?

Di luar tiket pesawat internasional, anggaran harian sekitar NT$ 1.500 – 2.500 (Rp 750.000 – 1.250.000) per orang sudah cukup untuk mencakup penginapan sederhana, transportasi lokal, dan makan minum sehari-hari.

Apakah destinasi wisata terpencil di Taiwan aman untuk solo traveler?

Sangat aman. Taiwan merupakan salah satu negara paling aman di dunia bagi traveler, termasuk solo traveler wanita. Tingkat kejahatan sangat rendah bahkan di area pedesaan dan kepulauan terluar.

Written by

admin

Website