Tips dan Estimasi Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia untuk Backpacker

September 22, 2026 · 6 menit baca · 3 kali dilihat

biaya liburan ke Maroko dari Indonesia | Turtlebin

Biaya Liburan Ke Maroko Dari Indonesia menjadi salah satu topik liburan yang paling banyak dicari saat ini. Membayangkan jalan-jalan di antara gang sempit berwarna biru di Chefchaouen atau tidur di bawah hamparan jutaan bintang Gurun Sahara bukan lagi sekadar mimpi liar. Bagi kita pemegang paspor Indonesia, negeri di ujung utara Afrika ini punya keistimewaan luar biasa yang sering kali dilewatkan: fasilitas bebas visa selama 90 hari! Namun, merencanakan budget untuk menyeberangi benua sering kali bikin pusing duluan. Nah, buat kamu yang penasaran ingin menjelajah negeri Maghribi ini tanpa membuat kantong bolong, saya akan membedah secara mendalam seputar biaya liburan ke Maroko dari Indonesia berdasarkan pengalaman langsung saya menjelajahi kawasan ini secara mandiri.

Maroko adalah perpaduan sempurna antara budaya Arab, Berber, dan sentuhan Eropa yang sangat eksotis. Medan geografisnya sangat beragam, mulai dari pesisir samudra, pegunungan bersalju, hingga padang pasir yang membendung batas horizon. Agar perjalanan pertama kamu berjalan lancar dan sesuai anggaran, mari kita bedah rincian biaya serta strategi hemat yang perlu kamu persiapkan sebelum berangkat.

Estimasi Biaya Liburan ke Maroko dari Indonesia secara Rinci

biaya liburan ke Maroko dari Indonesia
Foto via Pexels

Menghitung anggaran perjalanan ke Maroko sebenarnya relatif terjangkau jika dibandingkan dengan liburan ke Eropa Barat. Mata uang resmi Maroko adalah Dirham Maroko (MAD), di mana 1 MAD bernilai sekitar Rp1.550 hingga Rp1.600. Komponen terbesar dari anggaran perjalanan kamu jelas akan tersedot di tiket pesawat menuju ke sana. Berikut adalah rincian estimasi biaya dasar untuk perjalanan mandiri (style backpacker/flashpacker) selama 10 hari:

  • Tiket Pesawat Pulang-Pergi (PP): Rp12.500.000 – Rp16.000.000 (Jakarta ke Casablanca atau Marrakech dengan 1 transit).
  • Akomodasi (Riad / Hostel / Hotel Melati): Rp250.000 – Rp600.000 per malam (Total 9 malam: Rp2.250.000 – Rp5.400.000).
  • Transportasi Lokal (Kereta ONCF & Bus CTM): Rp1.200.000 – Rp1.800.000 untuk antarkota.
  • Konsumsi & Makan Sehari-hari: Rp150.000 – Rp300.000 per hari (Total 10 hari: Rp1.500.000 – Rp3.000.000).
  • Tur Sahara 3 Hari 2 Malam: Rp1.800.000 – Rp2.500.000 (termasuk makan, transportasi, dan kemah di gurun).
  • Tiket Masuk Wisata & Lain-lain: Rp800.000 – Rp1.200.000.

Secara keseluruhan, total estimasi biaya liburan ke Maroko dari Indonesia selama 10 hari berkisar antara Rp20.000.000 hingga Rp29.000.000 per orang. Angka ini sudah sangat aman untuk perjalanan yang nyaman tanpa perlu terlalu menderita ala backpacker ekstrem.

Panduan Akomodasi dan Transportasi untuk Backpacker ke Maroko

Salah satu pengalaman paling autentik saat berkunjung ke Maroko adalah menginap di Riad, yaitu rumah tradisional Maroko yang memiliki halaman atau taman di bagian dalamnya. Di kota-kota sejarah seperti Marrakech dan Fes, kamu bisa menemukan Riad cantik dengan harga mulai dari Rp300.000-an per malam jika memesan jauh-jauh hari. Bagi kamu yang ingin menghemat budget secara maksimal, hostel gaya backpacker juga banyak tersebar dengan tarif tempat tidur dormitori mulai dari Rp120.000 per malam.

Untuk urusan transportasi antarkota, Maroko memiliki jaringan kereta api terbaik di Afrika yang dikelola oleh ONCF. Kereta cepat Al Boraq menghubungkan Tanger, Rabat, dan Casablanca dengan sangat efisien dan tepat waktu. Sementara itu, untuk rujukan kota yang tidak dilewati jalur kereta seperti Chefchaouen, kamu bisa mengandalkan bus antarkota resmi seperti CTM atau Supratours yang sangat aman, bersih, dan ber-AC. Menggunakan transportasi umum ini adalah kunci utama menjaga pengeluaran tetap masuk akal. (See also: Panduan Mengunjungi Taman Nasional Serengeti: Tips Safari Lengkap)

Inspirasi Itinerary Maroko 10 Hari bagi Pemula

Agar perjalanan kamu efektif dan mencakup semua spot ikonik, berikut adalah gambaran ringkas alur rute perjalanan yang bisa kamu ikuti:

  • Hari 1-2 (Casablanca & Rabat): Mendarat di Casablanca, mengunjungi Masjid Hassan II yang megah di tepi samudra, lalu bergeser ke ibu kota Rabat.
  • Hari 3-4 (Chefchaouen): Menuju kota biru yang sangat fotogenik di Pegunungan Rif dan menikmati suasana santai pegunungan.
  • Hari 5-6 (Fes): Jelajah labirin Medina tua Fes el-Bali yang bersejarah dan melihat tanneries (tempat pemrosesan kulit tradisional).
  • Hari 7-9 (Tur Gurun Sahara & Marrakech): Mengikuti tur perjalanan darat menuju Merzouga, naik unta, bermalam di padang pasir Sahara, lalu berakhir di kota merah Marrakech.
  • Hari 10 (Marrakech & Kepulangan): Berburu suvenir di Jemaa el-Fnaa sebelum menuju bandara untuk penerbangan kembali ke Indonesia.

Tips Penting Sebelum Menikmati Wisata Maroko Bebas Visa

Meskipun status wisata Maroko bebas visa sangat memudahkan langkah kita, ada beberapa aturan tak tertulis dan tips praktis yang wajib kamu pahami agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan. Pertama, selalu siapkan uang tunai Dirham Maroko secukupnya. Banyak pedagang di pasar tradisional (Souk) dan transportasi lokal tidak menerima kartu kredit atau debit internasional. (See also: Panduan Safari Terbaik di Afrika untuk Wisatawan Indonesia)

Kedua, kuasai seni menawar saat berbelanja. Ketika berburu barang kerajinan kulit, karpet, atau rempah-rempah di Souk, jangan ragu untuk menawar hingga 30–50% dari harga awal yang ditawarkan penjual. Lakukan nawar-menawar dengan santai dan tetap tersenyum. Ketiga, perhatikan etika berpakaian. Maroko adalah negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang cukup konservatif; mengenakan pakaian yang sopan dan menutupi bahu serta lutut akan sangat dihargai oleh warga lokal, terutama saat mengunjungi area pemukiman non-turis.

Catatan Penting: Waspadai tawaran dari pemandu wisata tidak resmi (fake guides) di dalam Medina Fes atau Marrakech yang berpura-pura ingin menunjukkannya jalan. Tolak secara halus namun tegas jika kamu tidak membutuhkan bantuan mereka untuk menghindari pungutan biaya yang tidak wajar.

Strategi Berburu Tiket Pesawat Murah ke Maroko

Sektor tiket pesawat menyedot porsi paling besar dari total pengeluaranmu. Supaya bisa mendapatkan tiket pesawat murah ke Maroko, mulailah memantau harga setidaknya 4 hingga 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Maskapai penerbangan asal Timur Tengah seperti Qatar Airways, Emirates, atau Saudia sering kali menggelar promo tiket murah dari Jakarta (CGK) menuju Casablanca (CMN) atau Marrakech (RAK).

Strategi lain yang sering saya gunakan adalah mengombinasikan penerbangan. Kamu bisa mencari tiket promo menuju hub utama di Eropa seperti Milan, Madrid, atau Barcelona terlebih dahulu. Dari kota-kota Eropa tersebut, terdapat banyak maskapai berbiaya murah (LCC) seperti Ryanair atau EasyJet yang melayani rute langsung menuju Maroko dengan harga tiket mulai dari 20 hingga 40 Euro saja. Langkah ini sering kali efektif menghemat anggaran perjalananmu secara signifikan.

Secara keseluruhan, merencanakan perjalanan ke benua Afrika ternyata tidak sekompleks yang dibayangkan banyak orang. Dengan estimasi biaya yang terukur, persiapan matang, serta pemahaman budaya lokal yang baik, petualangan di Maroko akan menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam hidupmu. Jadi, tunggu apa lagi? Segera rapikan ranselmu dan mulai susun rencana perjalananmu sekarang!

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa estimasi total biaya liburan ke Maroko dari Indonesia?

Estimasi total biaya liburan mandiri ke Maroko selama 10 hari berkisar antara Rp20.000.000 hingga Rp29.000.000 per orang, sudah termasuk tiket pesawat PP, akomodasi Riad/hostel, makan, transportasi lokal, dan tur Gurun Sahara.

Apakah WNI membutuhkan visa untuk masuk ke Maroko?

Tidak. Pemegang paspor Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata ke Maroko selama maksimal 90 hari. Kamu hanya perlu menyiapkan paspor dengan masa berlaku tersisa minimal 6 bulan.

Kapan waktu terbaik untuk liburan ke Maroko?

Waktu terbaik berkunjung ke Maroko adalah saat musim semi (Maret hingga Mei) dan musim gugur (September hingga November). Pada bulan-bulan ini, cuacanya sangat nyaman, tidak terlalu panas di gurun dan tidak terlalu dingin di pegunungan.

Apakah Maroko aman untuk traveler mandiri atau backpacker solo?

Maroko secara umum sangat aman untuk traveler mandiri. Namun, kamu harus tetap waspada terhadap penipuan kecil seperti pemandu wisata tak resmi (fake guides) dan scam navigasi di area Medina yang padat.

Ditulis oleh

admin

Kunjungi Website